DLH Kota Serang Perkuat Edukasi Kelas Sadar Sampah, Dorong Perubahan Perilaku Masyarakat
✕

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Iklan

DLH Kota Serang Perkuat Edukasi Kelas Sadar Sampah, Dorong Perubahan Perilaku Masyarakat

Wednesday, October 21, 2026
DLH Kota Serang Gelar Kelas Sadar Sampah, Libatkan DWP dan PKK untuk Tingkatkan Kepedulian Lingkungan.

 
SERANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang memperkuat edukasi pengelolaan sampah melalui program Kelas Sadar Sampah. Program ini diarahkan untuk membangun kebiasaan masyarakat memilah sampah sejak dari rumah sekaligus meningkatkan pemahaman tentang pemanfaatan sampah yang memiliki nilai ekonomi.


Kepala DLH Kota Serang, Farach Richi, mengatakan edukasi kepada masyarakat menjadi langkah penting untuk mendorong pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan. Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat agar kesadaran memilah sampah dapat diterapkan hingga ke tingkat lingkungan permukiman.

“Melalui Kelas Sadar Sampah ini, kita akan mengajarkan kepada masyarakat bagaimana sampah yang dipilah bisa menjadi sumber daya, baik sampah organik maupun anorganik,” kata Farach.

Menurutnya, Kelas Sadar Sampah melibatkan perwakilan pengelola bank sampah, pengurus RT dan RW, serta organisasi kemasyarakatan (ormas). Para peserta diharapkan dapat menjadi penggerak edukasi dengan menyampaikan kembali pengetahuan yang diperoleh kepada warga di lingkungan masing-masing.

Farach menjelaskan, masyarakat perlu memahami bahwa sampah tidak selalu menjadi barang buangan. Jika dipilah dan dikelola dengan benar, sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik tertentu dapat disalurkan ke bank sampah atau diolah kembali melalui proses daur ulang.

“Dengan pemilahan yang benar, sampah yang tadinya dianggap sebagai limbah tidak bernilai dapat diolah kembali atau disalurkan ke bank sampah sehingga mampu mendatangkan keuntungan ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

DLH Kota Serang berharap program Kelas Sadar Sampah tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat, tetapi juga mendorong perubahan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan memilah sampah dari sumbernya dinilai penting untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Melalui penguatan edukasi ini,  Ia mendorong kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Partisipasi aktif warga, mulai dari rumah tangga hingga komunitas, menjadi bagian penting dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan. (ADV)